Selamat datang di blog wins punakawan



SELAMAT DATANG DI BLOG WINS PUNAKAWAN... SEMOGA BERMANFAAT...

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Maret 2012

Desain mobil mainan dengan Solid Works

Berikut ini adalah contoh gambar mobil mainan dengan menggunakan Solidworks 2007


Gambar di atas terdiri dari beberapa Part yang dijadikan satu pada aplikasi Assembly di Solidworks 2007, dengan aplikasi Photoworks di solidworks kita bisa menambah berbagai hal seperti bahan material, warna, ruangan, pencahayaan dan lain-lain..
Buat anda yang tertarik pada halaman selanjutnya akan dijelaskan  langkah-langkah pembuatan tiap Part…


Baca selengkapnya ..

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tugas SIM : Kasus Copeland v. United Kingdom

Nama: Winardi
NIM : 1009200020133
Kelas : LIV/C



“Dalam kasus yang ketika sebelum Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia pada tahun 2007 (Copeland v Inggris), Ms.Copeland, yang merupakan karyawan dari Carmarthenshire College, menyatakan bahwa privasinya telah dilanggar. Dia adalah seorang asisten pribadi untuk kepala sekolah dan juga bekerja sama dengan wakil kepala, yang menghasut pemantauan analisis tagihan teleponnya, situs web yang dikunjungi, dan e-mail komunikasi. Para wakil kepala ingin menentukan apakah Copeland membuat exces-sive menggunakan layanan perguruan tinggi. Pengadilan Eropa memutuskan untuk memenangkan dirinya, mulai apa penggunaan internet pribadi dianggap berada di bawah definisi konvensi untuk perlindungan hak asasi manusia, tercakup sebagai "kehidupan pribadi". Perhatikan bahwa meskipun kasus ini datang ke pengadilan pada tahun 2007, pemantauan terjadi di tahun 1999, sebelum pendahuluan ke dalam hukum Inggris dan Welsh dari peraturan tindakan kekuasaan investigasi 2000 dan telecomunications (praktek bisnis halal) regulasi tahun 2001, yang berusaha untukmemperjelas regulasi tentang penyadapan komunikasi.


Pembahasan
Dalam kasus ini United Kingdom telah melangar lima dimensi moral era informasi. Moral adalah Prinsip-prinsip benar dan salah bahwa individu   bertindak  sebagai agen moral yang bebas, digunakan untuk membuat pilihan untuk  membimbing  perilaku mereka.

Lima Dimensi Moral Era Informasi adalah:
  1. Hak dan kewajiban informasi (Information rights and obligations) yaitu hak informasi untuk individu maupun organisasi dan juga kewajiban individu maupun organisasi dalam informasi. Dalam hal ini diatur sejauh mana hak dan kewajiban seorang individu maupun organisasi dalam memperoleh informasi dan apa saja kewajiban mereka terhadap informasi.
  2. Kepemilikan hak dan kewajiban (Property rights and obligations) yaitu bagaimana hak-hak yang dimiliki individu maupun organisasi dapat dilindungi dalam sebuah lingkup kehidupan digital seperti sekarang ini. Seperti perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual dan juga hak paten dan lain sebagainya. Dimensi moral yang kedua ini menekankan bahwa dalam zaman yang serba canggih ini bagaimana hak-hak pribadi ini bisa terlindungi.
  3.  Akuntabilitas dan pengendalian (Accountability and control) yaitu bagaimana mengendalikan sistem informasi terhadap bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dan juga akuntabilitas dalam penggunaan informasi.
  4. Kualitas sistem (System quality) yaitu standar kualitas sistem yang harus dipenuhi untuk melindungi hak-hak pribadi dan masyarakat serta menjaga agar informasi maupun privasi masyarakat tetap terjaga.
  5. Kualitas hidup (Quality of life) yaitu nilai-nilai yang harus terus dijaga dan dilindungi oleh arus informasi. Sehingga informasi juga harus mengetahui kualitas apa saja yang harus dipertahankan.

Pengumpulan dan penyimpanan informasi pribadi tanpa sepengetahuan karyawan akan mengakibatkan gangguan pada hak karyawan untuk menghormati kehidupan pribadi dan korespondensi. Pemantauan dapat dianggap diperlukan dalam situasi tertentu tetapi pengadilan menolak untuk menjelaskan keadaan yang akan diterima untuk melakukannya.
Kasus ini menekankan bahwa pemantauan komunikasi karyawan harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan selalu metode yang paling mengganggu. Jika pemantauan adalah untuk mengambil tempat, aturan harus jelas ditetapkan dalam suatu kebijakan yang dibuat karyawan sepenuhnya sadar.
Komisaris Informasi telah mengeluarkan kode praktek yang memberikan panduan praktik yang baik tentang isu-isu perlindungan data. Pada bagian tiga kode yang Komisaris Informasi membantu memberikan panduan pada pemantauan tempat kerja.
Yang dilakukan oleh United Kingdom, adalah melanggar hak pribadi orang lain. Jika ingin memantau setiap pekerjaan yang dilakukan asisten pribadinya seharusnya harus dengan ijin asisten pribadi tersebutm sehingga hal-hal yang tidak menyangkut urusan pribadi tidak di monitor. Email yang dikirim dari tempat usaha bisa sangat baik menjadi bagian dari 'kehidupan pribadi dan korespondensi karyawan.
Jadi, United Kingdom antara lain melanggar antara lain (a) Hak dan kewajiban informasi yaitu hak informasi untuk individu maupun organisasi dan juga kewajiban individu maupun organisasi dalam informasi, (b) Kepemilikan hak dan kewajiban yaitu bagaimana hak-hak yang dimiliki individu maupun organisasi dapat dilindungi dalam sebuah lingkup kehidupan digital seperti sekarang ini, (c) Akuntabilitas dan pengendalian yaitu bagaimana mengendalikan sistem informasi terhadap bahaya-bahaya yang mungkin terjadi dan juga akuntabilitas dalam penggunaan informasi, (d) Kualitas sistem yaitu standar kualitas sistem yang harus dipenuhi untuk melindungi hak-hak pribadi dan masyarakat serta menjaga agar informasi maupun privasi masyarakat tetap terjaga, (e) Kualitas hidup yaitu nilai-nilai yang harus terus dijaga dan dilindungi oleh arus informasi. Sehingga informasi juga harus mengetahui kualitas apa saja yang harus dipertahankan.
"Data" yang didefinisikan sebagai informasi diproses atau direkam dengan cara yang ditentukan. "Data Pribadi" didefinisikan sebagai: "data yang berhubungan dengan individu yang hidup yang dapat diidentifikasi (a) dari data tersebut, atau (b) dari data-data dan informasi lainnya yang berada dalam kepemilikan, atau mungkin akan datang menjadi milik, dari pengontrol data, dan termasuk setiap ekspresi pendapat tentang individu dan indikasi niat pengontrol data atau orang lain sehubungan dengan individu".
Dalam kasus ini, Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia menemukan bahwa United Kingdom telah melanggar hak Ms. Copeland untuk menghormati kehidupan pribadinya dan korespondensi berdasarkan Pasal 8 dari Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia dengan cara di mana ia dipantau panggilan teleponnya, korespondensi email dan menggunakan internet. Sementara itu harus ditekankan bahwa kasus ini berkaitan dengan majikan yang tidak menerapkan kebijakan yang meliputi pemantauan komunikasi karyawan.


Sumber : Employee Monitoring in the Workplace : What Constitutes “Personal Data”? Crowell and Moring (http://www.crowell.com/practices/labor-employment/alerts-newsletters/1351675)

Baca selengkapnya ..

Jumat, 29 Juli 2011

LANDASAN TEORI MESIN BUBUT


A. Pengertian Mesin Bubut
Mesin bubut (turning machine) adalah mesin yg mempunyai gerak utama berputar dan berfungsi sebagai pengubah bentuk dan ukuran benda kerja  dengan cara menyayat benda tersebut dengan suatu penyayat. Posisi benda kerja berputar sesuai dengan sumbu mesin dan pahat diam, bergerak ke kanan, ke kiri searah dengan sumbu mesin menyayat benda kerja.


Mesin ini pada operasionalnya mempunyai prinsip satu sumbu putar yang berfungsi untuk menyayat, membentuk, memotong sebagian benda kerja. Benda kerja yang akan dikerjakan, dijepit dengan menggunakan cekam yang terletak pada kepala tetap mesin bubut, kemudian cekam tersebut diputar gearbox yang suhubungkan dengan motor listrik, setelah benda kerja siap dan pahat bubut telah siap pada rumah pahat (kencang, center dengan sumbu mesin bubut), selanjutnya benda kerja disayat dengan pahat mesin bubut dan dikerjakan menurut gambar dan job description yang telah ditentukan.

B. Bagian-bagian Mesin Bubut


- Kepala Tetap

   Kepala tetap adalah bagian mesin bubut yang terletak disebelah kiri mesin yang terdiri dari dua blok bantalan dengan peluncur yang dijadikan satu dan digunakan untuk menyangga sumbu utama. Di dalam kepala tetap, spindle utama terpasang pada bantalan, fungsinya untuk memindahkan putaran ke benda kerja, spindle harus terpasang kuat dan terbuat dari baja yang kuat, pada umumnya bagian dalam spindel dibuat berlubang. Biasanya kepala tetap ini dipasang suatu daftar kecepatan putar sehingga kita dapat dengan mudah mengatur kecepatan putar sesuai dengan yang dikehendaki. Pemindahan ini dilakukan pada waktu mesin berhenti. Sekali-kali tidak diperbolehkan mengubah kecepatan putaran selagi mesin sedang berjalan.\


- Kepala Lepas
Kepala lepas digunakan untuk mendukung kepala tetap dan kepala lepas ini dapat digerakan diatas landasan mesin sebagai penumpu dari benda kerja yang dikerjakan. Kepala lepas juga dipakai sebagai penyangga benda kerja yang panjang, mengebor dan meluasklan lubang (reamer), kepala lepas dilengkapi dengan kerucut morse, gunanya untuk memasang alat-alat yang akan dipasang pada kepala lepas seperti: bor, reamer, senter jalan dan lain-lain. Kepala lepas dapat diangkat dari alas mesin (bed) dan dapat dipasang terkunci dengan baut pengikat.
Bed Mesin (Alas)
Alas merupakan tumpuan agar tempat tumpuan gaya-gaya pemakanan pahat diwaktu membubut. Adapun kegunaan alas pada mesin bubut :
Tempat kedudukan kepala lepas
Tempat kedudukan eretan (support)
Tempat kedudukan penyangga (pembawa) diam.
Bentuk alas ini bermacam-macam. Ada yang datar, ada yang salah satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian dan lain-lain.
Bed mesin bubut disamping sebagai meja juga berfungsi sebagai pondasi atau alas mesin. Karena mesin bubut ini harus mampu menghasilkan pekerjaan dengan teliti serta harus mampu menahan beban yang berat (sebagai akibat pengerjaan pemotongan yang besar dan berat), maka bed ini konstruksinya harus kokoh, kuat, mampu mengimbangi beban dan keselurahan body mesin.
Suport mesin bubut
Digunakan untuk mengerakan hantaran pahat, sehingga untuk membuat suatu pekerjaan di buat dengan pahat yang di pasang pada rumah pahat dengan menjepit pahat.
Eretan
Eretan akan lebih membantu kita untuk membuat benda kerja yang silinder ataupun benda kerja yang akan ditirus karena eretan tersebut akan menggerakkan pahat bubut untuk melakukan penyayatan. Selain itu, eretan juga dapat membubut ulir pada benda kerja. Untuk melakukan pembubutan ulir maka pahat bbubut harus bergerak secara otomatis untuk menyayat benda kerja yang berputar secara teratur. Eretan terbagi atas 3 bagian, yaitu :

1. Eretan Atas
Eretan yang terletak pada bagian atas dengan gerakan samping kiri atau samping kanan dengan ketelitian penyayatan lebih kecil dan juga eretan dapat membuat sudut atau dapat berputar sebesar 360 derajat sesuai yang kita inginkan. Eretan atas tersebut terdapat pada tool post yang berfungsi untuk menyimpan pahat bubut.

2. Eretan Melintang
  Eretan melintang bergerak dengan arah melintang yaitu arah depan dam belakang. Eretan ini dapat digerakkan secara otomatis ataupun secara manual. Pada eretan ini terdapat ukuran sehingga dpat mengatur tebal pemakanan pada pahat bubut.

3. Eretan bawah
   Eretan ini bergerak dari kanan ke kiri dengan ketelitian penyayatan lebih besar dibandinggkan eretan atas. Eretan ini dapat juga digerakkan secara otomatis dan juga secara manual.


C. Perlengkapan Mesin Bubut

-  Cekam
    Cekam adalah bagian dari mesin bubut yang berfungsi untuk mengikat benda kerja pada saat membubut.

1. Cekam dengan tiga rahang
    Cekam ini bentuknya bundar dan mempunyai 3 rahang jepit, ketiga rahang tersebut dapat bergerak secara otomatis atau memusat sendiri apabila kunci cak diputar sehingga dapat menjepit benda kerja dengan cepat. Cekam ini untuk menjepit benda kerja yang sudah bulat, benda terbentuk segitiga, benda kerja segienam, benda kerja berbentuk segisembilan.

2. Cekam dengan empat rahang
    Keempat rahang cekam ini masing-masing dapat bergerak secara bebas jika kunci cak diputar. Kegunaan cekam ini untuk mencekam benda kerja yang tidak silinder atau yang bentuknya tidak beraturan. Bagian luar rahang tersebut baik pada cekam rahang tiga maupun  rahang empat dapat dipakai untuk menjepit benda keja bagian dalam.

3. Cekam rata
   Cekam ini berbentuk pipih bulat dan terdapat banyak lubang atau alur. Guna cekam ini untuk mencekam benda kerja yang sukar dicekam dengan cekam rahang tiga atau empat. Alur-alur ini gunanya untuk tempat kedudukan baut pengikat.

Center Putar
  Center putar pada mesin bubut digunakn untuk menunjang pekerjaan pembuatan shaft apda masing-masing ujungnya sehingga akan menghasilkan suatu putaran yang kokoh. Biasanya putaran tersebut tetap dan sangat mendukung benda kerja tersebut tidak bergerak.

1. Cara membuat lubang center
   Lubang center yang akan dibuat ini sebagai tempat kedudukan center bubut untuk memikul benda kerja tersebut. Benda kerja yang akan dibuat lubang center terlebih dahulu dibubut rata lalu bor center dipasang pada poros kepala lepas kemudian mesin dijalankan.
    Untuk selanjutnya kepala lepas didekatkan pada benda kerja yang telah berputar lalu pemutar pada kepala lepas diputar sehingga mata bor center akan melakukan pemakanan. Mata bor center tersebut harus melakukan pemakanan yang sedikit dan tidak terlalu dalam.

2. Macam-macam center

a. Center datar
   Center dapat digunakan pada benda kerja yang berporos datar baik pada kepala ataupun pada ujung bubutan.

b. Center runcing tersisipkan (Centre Carbode)
    Center ini dibuat dari baja lunak dengan uj8ung runcing sispan karbid atau baja untuk kecepatan tinggi.

c. Center Berputar
  Pada center ini dapat mengurangi tekanan-tekanan yang besar akibat dari pembubbutan berat dengan kecepatan-kecepatan putar yang tinggi.

- Pahat Bubut

1. Rumah Pahat (Tool Post)
    Rumah pahat berfungsi untuk menjepit pahat bubut, bentuknya bermacam-macam dan terletak pada eretan atas.

- Macam-macam pahat berdasarkan kegunaanya pada benda kerja sebagai berikut :

1. Pahat Rata
    Guna pahat rata ini adalah untuk membubut ujung permukaan benda kerja sehingga rata.

2. Pahat Muka
    Pahat ini berguna untuk membubut ujung permukaan benda kerja sehingga rata.

3. Pahat Alur
    Pahat alur ini mempunyai kegunaan untuk membuat alur pada benda kerja.

3. Pahat Ulir
    Pahat ini gunanya untuk membubut ulir pada benda kerja

Baca selengkapnya ..

Gambar, Pengertian dan Informasi Tentang "Mesin Bubut"

Mesin Bubut (Lathe machine) adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda yang diputar. Gerak utama pada mesin bubut yaitu gerakan yang berputar. Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang penting dan bisa dijadikan mesin bubut CNC (Computer Numerical Control).





Bubut sendiri merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan  putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan.




Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. Roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai kekhususan karena digunakan untuk konversi dari ulir metrik ke ulir inci.



Mesin bubut juga beraneka ragam.
Jenis-jenis Mesin Bubut: 
1. Mesin Bubut Universal 
2. Mesin Bubut Khusus 
3. Mesin Bubut Konvensional 
4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir. 
(http://teksdi.blogspot.com)

Baca selengkapnya ..

Rabu, 27 Juli 2011

Mesin Freis Tangan

Mesin Freis Tangan

Teknologi tepat guna yang dikembangkan oleh Aan merupakan hasil dari Tugas Akhirnya. Mesin Freis Tangan pada awalnya dirancang sebagai alat pembuat rongga cetak pada lembaran lilin dalam pembuatan prototipe produk. Namun, setelah diteliti ternyata alat ini dapat pula difungsikan sebagai alat potong berbagai material yang relatif lunak, seperti kayu, triplek, plastik, dan akrilik. Mesin Freis Tangan ini dapat pula menggantikan fungsi dari beberapa peralatan yang telah ada saat ini, seperti gergaji triplek, bor tangan, pahat, dan gergaji, sehingga diharapkan nantinya dapat digunakan untuk membantu para pengrajin kayu dalam membuat bentuk-bentuk dari kayu. Keistimewaan alat ini adalah mudah alam pembuatan dan pengoperasian, serta potongan yang dihasilkan rapi.(http://fit.uii.ac.id)

Baca selengkapnya ..

Senin, 25 Juli 2011

PENGEMBANGAN MESIN RAPID PROTOTYPING BERBASIS FDM

PENGEMBANGAN MESIN RAPID PROTOTYPING BERBASIS FDM
(FUSED DEPOSITION MODELING) UNTUK PRODUK BERKONTUR DAN
PRISMATIK
Oleh: Gandjar Kiswanto, Ario S. B, Rendi K, Andry S, Srijanto, Hadi M

ABSTRAK
Rapid prototyping atau layered manufacturing secara singkat merupakan proses fabrikasi produk dengan layer by layer, dimana material ditambahkan ke layer berturut-turut sesuai dengan laser trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan laser trajectory proses rapid prototyping untuk produk berkontur dan prismatik dengan arah directional parallel. Pengembangan ini menggunakan parameter layer thickness dan hatch space yang menjadi variabel dari interval bidang potong pembuatan laser trajecory. Hasil penelitian awal ini berupa pengembangan mesin RapidPrototyping (RP) berbasis FDM (Fused Deposition Modeling) untuk produk berkontur dan prismatik yang dikembangkan oleh Laboratorium Teknologi Manufaktur dan Otomasi – Departemen Teknik Mesin – UI dengan nama RP-FDMui-01. Cakupan penelitian awal ini adalah pembuatan model dengan computered aided design (CAD), pembuatan program trajectory, pembuatan mesin FDM, pembuatan model sederhana. Metode FDM ini dipilih karena memberikan keleluasaan dalam pemilihan bahan dari mulai bahan lilin,plastik, keramik, komposit dan logam. Diharapkan dari penelitian ini dapat sebagai langkah awal penguasaan teknologi di bidang pembuatan prototype yan  akan
bermanfaat besar terhadap banyak bidang.
Kata kunci :Rapid Prototyping, FDM
Konstruksi mesin RP-FDMui-01
Download lengkap:
DOWNLOAD

Baca selengkapnya ..

PENGEMBANGAN LASER TRAJECTORY PROSES RAPID PROTOTYPING

PENGEMBANGAN LASER TRAJECTORY PROSES RAPID PROTOTYPING
UNTUK PRODUK BERKONTUR DAN PRISMATIK
Oleh: Gandjar Kiswanto, Ahmad Kholil

ABSTRAK
Rapid prototyping atau layered manufacturing secara singkat merupakan proses fabrikasi produk dengan layer by layer, dimana material ditambahkan ke layer berturut-turut sesuai dengan laser trajectory. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan laser trajectory proses rapid prototyping untuk produk berkontur dan prismatik dengan arah directional parallel. Pengembangan ini menggunakan parameter layer thickness dan hatch space yang menjadi variabel dari interval bidang potong pembuatan laser trajecory.
Hasil penelitian ini berupa algoritma pembuatan laser trajectory pada model STL berkontur dan prismatik yang dikembangkan oleh Laboratorium Teknologi Manufaktur dan Otomasi – Departemen Teknik Mesin – UI bersamaan dengan pengembangan mesin RP. Algoritma yang dikembangkan menampilkan graphic user interface (GUI) sehingga pemakai dapat menentukan model, memasukkan nilai parameter, dan kemudian mensimulasikan. Selain menghasilkan grafik, juga menghasilkan file G-Code yang disertai titik-titik koordinat penentu laser trajectory. Dari simulasi dengan beberapa model prismatik dan berkontur menghasilkan laser trajectory yang teratur sesuai dengan pola model dan file G-Code dalam format text.
Kata kunci : rapid prototyping, laser trajectory
Hasil simulasi model 2
Download lengkap:
DOWNLOAD 

Baca selengkapnya ..

Sabtu, 23 Juli 2011

RAPID PROTOTYPING TEKNOLOGI: APLIKASI PADA BIDANG MEDIS

RAPID PROTOTYPING TEKNOLOGI:
APLIKASI PADA BIDANG MEDIS
Oleh: Zulkifli Amin

ABSTRAK
Teknologi rapid prototyping dengan metoda lapisan memungkinkan pembuatan produk (prototype produk) secara langsung. Bentuk morphology dari produk dapat direkam dengan peralatan optik atau Computerised Tomography Scan (CT scan) dan kemudian data ini dikonversikan menjadi sebuah model komputer atau CAD. Setelah sebuah model dihasilkan, maka model dapat diolah sesuai keinginan sebelum di buat secara langsung dengan teknik manufaktur lapisan.
Teknologi RP telah banyak diaplikasikan diberbagai bidang seperti dapat ditemukan pada produk aerospace, automotive, perhiasan, peralatan rumah tangga, electrical dan elctronic serta biomedical. Makalah ini terfokus pada aplikasi RP di bidang medis yaitu bagaimana teknologi Rapid Prototyping bisa menyelamatkan hidup anda atau paling kurang bisa membuat anda bisa merasa lebih baik.
Model komputer dicocokkan ke tulang punggung
Download lengkap:
 DOWNLOAD

Baca selengkapnya ..

STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM PADA PEMINDAIAN BENDA TIGA DIMENSI

STUDI PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LIGHT SYSTEM PADA
PEMINDAIAN BENDA TIGA DIMENSI
Oleh: Irwansyah dan M. Hafidz Mubarrak
(Teknik Mesin Unsyiah)

ABSTRAK
Salah satu metode untuk memperoleh data geometri dari suatu benda tiga dimensi (3D) yang tidak memiliki data teknis, adalah dengan melakukan rekayasa ulang atau Reverse Engineering (RE). Untuk merespon kebutuhan aplikasi rekayasa ulang maka pada makalah ini diajukan teknik pemindaian berbasis structure light system (SLS). Rancang bangun alat pemindai 3D merupakan pertimbangan utama dalam penelitian ini untuk memperoleh data geometris yang akurat. Berdasarkan hasil rancang bangun dan penelitian, alat pemindai 3D yang digunakan adalah proyektor laser dengan bentuk berkas cahaya berupa garis dan panjang gelombang cahaya 650nm. Jarak Pindai efektif antara proyektor laser dan objek adalah 55 cm – 65 cm untuk objek yang dilapisi emulsi berwarna putih. Persentase penyimpangan ukuran yang ditemukan antara model CAD 3D hasil pemindaian dengan objek aslinya adalah 9,6 % untuk jarak pindai 55cm dan 9,3 % untuk jarak pindai 65cm.
Kata Kunci : structure light system, teknologi reverse engineering, pemindai laser 3D.
Proses pemindaian menerapkan teknik nonkontak
Download lengkap:
DOWNLOAD 

Baca selengkapnya ..

Kamis, 21 Juli 2011

Rapid Prototyping/Manufacturing

Oleh: Wins Punakawan

Rapid Prototyping (RP) didefinisikan sebagai proses untuk mempercepat pengembangan produk dengan membuat prototipe langsung dari gambar/desain rancangan yang berbentuk file/model CAD (Computer Aided Design) tiga dimensi. Beberapa tahap dasar dari arti proses adalah:
  1. Membuat CAD model dari objek yang dirancang.
  2. Mengubah CAD model menjadi STL Format.
  3. Mengiris STL File kedalam beberapa potongan (layer).
  4. Membangun model secara lapis perlapis.
  5. Membersihkan dan penyempurnaan model.
Dalam perkembangannya, dikenal pula istilah Rapid Tooling dan Rapid  Manufacturing sebagai pengembangan Rapid Prototyping, sehingga disebut juga Rapid Prototyping and Tooling (RP/T) dan Rapid Prototyping and Manufacturing (RP/M).
Rapid Tooling adalah penggunaan teknik Rapid Prototyping untuk memproduksi tooling untuk proses semacam moulding injeksi plastik. Rapid Manufacturing adalah penggunaan sistem Rapid Prototyping  untuk memproduksi parts dalam jumlah tertentu


Pinsip dasar Rapid Prototyping adalah menggunakan gambar rancangan CAD tiga dimensi dalam format STL (Stereolithography) yang dikirim ke mesin Rapid Prototyping. Di mesin Rapid Prototyping , gambar tersebut diiris (slice) menjadi layer-layer dengan ketebalan tertentu sesuai spesifikasi mesin. Untuk membentuk layer-layer tersebut menjadi prototipe tiga dimensi, terdapat beberapa teknik. Beberapa teknik Rapid Prototyping yang dikenal luas, antara lain :

           1. Stereolithography Apparatus (SLA)
Dalam teknik SLA, sebuah prototipe dibuat dengan cara menembakkan sinar laser ke permukaan sebuah wadah (vat) yang berisi cairan photopolymer (resin). Cairan ini akan langsung mengeras saat laser mengenai permukaannya. Setelah satu layer selesai dikerjakan, sebuah platform digerakkan turun beberapa milimeter, sebuah penyapu (recoater blade) membersihkan sisa-sisa resin di permukaan, dan layer berikutnya dikerjakan di atas layer yang telah diselesaikan, seperti terlihat pada Gambar 1.
                       Gambar 1. Cara Kerja Stereolithography Apparatus (SLA)
                       Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009

2. Fused Deposition Modeling (FDM)
Seperti terlihat pada Gambar 2., cara kerja FDM menggunakan sebuah head (kepala penyemprot) yang dipanaskan digerakkan menurut sumbu x dan y untuk membentuk layer menggunakan material plastis yang disemprotkan ke atas platform. Material itu akan segera mendingin dan mengeras saat mengenai platform. Platform kemudian digerakkan turun, dan layer berikutnya segera dikerjakan. Untuk prototipe yang membutuhkan penyangga (support), maka disemprotkan material penunjang dari head di sekeliling prototipe. Material penunjang ini dapat dengan mudah dibuang setelah prototipe selesai dikerjakan.

                             Gambar 2. Cara Kerja Fused Deposition Modelling (FDM)
                             Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009

3. Three-Dimensional Printing (3DP)
Seperti terlihat pada Gambar 3., proses kerja printer tiga dimensi menggunakan sebuah printhead, seperti yang terdapat pada printer inkjet, menyemprotkan binder (perekat) ke lapisan tipis serbuk (powder) pada platform sesuai bentuk geometri layer. Platform kemudian bergerak turun, sebuah mekanisme pasokan serbuk (powder supply) meyapukan lapisan tipis serbuk di atas layer yang telah terbentuk, dan proses di atas diulangi lagi sampai layer terakhir. Serbuk yang tidak terkena binder berfungsi sebagai penunjang (support), dan setelah proses pembuatan prototipe selesai, material penunjang ini dibersihkan dan digunakan untuk proses pembuatan prototipe berikutnya.


                Gambar 3. Cara Kerja Printer Tiga Dimensi (3DP)
                      Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009

4. Selective Laser Sintering (SLS)
Seperti terlihat pada Gambar 4., cara kerja SLS mirip dengan printer tiga dimensi, hanya pada SLS digunakan laser untuk merekatkan material serbuk pada platform.

             Gambar 4. Cara Kerja Selective Laser Sintering (SLS)
                  Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009

5. Laminated Object Manufacture (LOM)

Seperti terlihat pada Gambar 5., cara kerja LOM menggunakan material berupa kertas khusus yang digerakkan melewati sebuah platform. Sinar laser ditembakkan menurut bentuk layer, memotong kertas pada platform. Platform akan bergerak turun dan material baru dilewatkan di atas layer yang telah terbentuk, dan proses diulangi lagi sampai semua layer selesai dikerjakan. Sebuah roller pemanas (heated roller) memanaskan layer yang telah terbentuk agar menyatu dengan layer di bawahnya. 




                         Gambar 5. Cara Kerja Laminated Object Manufacturing (LOM)

                         Sumber: Worldwide Guide to Rapid Prototyping, 2009

Baca selengkapnya ..